Grup band, Kerispatih kembali hadir dengan karya terbaru. Mereka merilis album penuh bertajuk “Fase Tiga” di bawah naungan label Formula Music, yang berisi 10 lagu penuh makna dan menjadi penanda fase baru perjalanan musik mereka.
Album ini bukan sekadar rilisan biasa, melainkan karya pembuktian bahwa Kerispatih tetap eksis meski formasi personel telah berubah.
Kini, Kerispatih beranggotakan Fandy Santoso (vokal), Anton (drum), dan Arief (gitar). Meski hanya bertiga, mereka optimistis “Fase Tiga” dapat diterima luas oleh pecinta musik Indonesia dalam waktu dekat.
“Ini album pertama setelah saya gabung di Kerispatih. Sebelumnya, hanya single-single saja,” ungkap Fandy Santoso dalam konferensi pers di KFC Kemang Timur, Jakarta Selatan, Rabu, 13 Agustus 2025.
Bagi Fandy, keterlibatannya dalam album ini adalah momentum penting setelah sebelumnya hanya mengisi beberapa single.
Gitaris, Arief mengungkapkan bahwa penamaan album “Fase Tiga” bukan tanpa alasan. Judul ini menjadi simbol perjalanan panjang Kerispatih yang sudah terbagi ke dalam tiga periode penting sejak berdiri pada tahun 2003.
“Kami merasa sudah melewati tiga fase di Kerispatih. Pertama masih komplet, semua ada Sammy Simorangkir dan Badai. Fase kedua, Badai masih ada, dan ketiga tinggal kami bertiga. Makanya namanya ‘Fase Tiga’,” jelas Arief.
Selain isi lagu, desain sampul “Fase Tiga” juga sarat filosofi. Artwork menampilkan gambar Fandy, Arief, dan Anton dengan latar jalanan hitam putih.
“Gambar ini berisi kami bertiga dan ada jalan raya. Itu artinya kami tetap berkarya walaupun hanya bertiga,” tutur Anton.
Visual ini diharapkan bisa menjadi representasi semangat Kerispatih yang tetap melaju meskipun jalan yang mereka tempuh kini berbeda dari awal perjalanan.
Nama besar Kerispatih tidak lepas dari dua mantan personel, Sammy Simorangkir dan Badai, yang turut membesarkan band ini di masa awal. Kini, meski mereka sudah tidak bersama, Kerispatih tetap ingin membuktikan bahwa karya dan eksistensi mereka tidak memudar.
“Pasti jadi pembuktian. Cuma semua rezekinya kami serahkan kepada Tuhan,” ucap Fandy Santoso.
Album “Fase Tiga” didistribusikan bekerja sama dengan Jagonya Music dan KFC. Versi digitalnya sudah tersedia dan dapat dinikmati penggemar melalui berbagai platform.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pendengar dan membuat lagu-lagu terbaru Kerispatih lebih mudah diakses oleh generasi baru pecinta musik Indonesia.
Kerispatih dibentuk pada tahun 2003 dan dengan cepat menjadi salah satu band pop paling populer di Indonesia. Lagu-lagu mereka dikenal karena lirik yang emosional, aransemen musik yang rapi, dan kekuatan vokal yang memikat.
Album-album awal mereka seperti “Kejujuran Hati” dan “Tak Lekang oleh Waktu” melahirkan banyak hits, termasuk “Aku Harus Jujur”, “Kesalahan yang Sama”, dan “Mengenangmu”.
Seiring berjalannya waktu, Kerispatih mengalami perubahan personel signifikan. Sammy Simorangkir meninggalkan band pada 2010, disusul oleh keyboardis Badai pada 2017. Pergantian ini memaksa band menyesuaikan diri, tetapi mereka tetap aktif berkarya.
Dengan formasi terbaru, Kerispatih ingin menunjukkan bahwa perubahan bukanlah akhir. “Fase Tiga” menjadi simbol dari keteguhan mereka untuk terus maju, walaupun harus beradaptasi dengan dinamika industri musik yang terus berkembang.
Bagi penggemar lama, album ini menjadi nostalgia sekaligus harapan baru. Mereka dapat merasakan nuansa khas Kerispatih yang emosional, namun dengan sentuhan segar dari vokal Fandy.
Bagi industri musik, “Fase Tiga” membuktikan bahwa band veteran masih bisa relevan dengan strategi distribusi modern dan kolaborasi yang tepat.